Loading Posts...

Fakta Menarik dari Bank di Indonesia Terbaru

Bank di Indonesia
Bank di Indonesia

Jika menengok dari sejarah perkembangan bank-bank yang ada di Indonesia, progress nya yang fluktuatif menjadikan beberapa fakta menarik yang perlu di ketahui tentang bank di Indonesia untuk Anda. Seperti yang Anda ketahui bahwa perkembangan bank di negeri ini diawali dari bank-bank yang berjaya di masa colonial Belanda yakni pada masa VOC yang kemudian dinasionalisasikan oleh beberapa pelopor keuangan atau yang biasa dikenal dengan founding father negara Kita.

Perkembangan bank memang cukup pesat, mengingat pada masa orde baru perkembangan ekonomi berjalan pesat pula. Namun sayangnya pada masa itu peran Bank Indonesia masih berada pada kontrol pemerintah dengan sistem pemerintahan yang bersifat sentralisasi dan selalu berpusat pada peran pemerintah. Terlepas dari itu semua, beberapa fakta menarik dari perbankan yang ada di Indonesia ini perlu Anda ketahui:

  1. Perkembangan standar Basel oleh BI,

Secara garis besar Bank Indonesia seringkali melakukan standar Basel dalam perkembangannya yakni sejak tahun 1933 melakukan Capital Accord yang pertama dan kemudian pada tahun 1988 juga melakukan hal yang sama namun disponsori oleh G-7 yakni beberapa negara maju di dunia yang pada akhirnya kini menjadi G-10. Amandemen Basel I tersebut memberikan resiko pada pasar di tahun 1996 yang kemudian Bank Indonesia kembali melakukannya pada tahun 2003. Hingga pada akhirnya di tahun 2008, Bank Indonesia kembali melakukan standar untuk Basel II atau New Capital Accord yang terpublikasi pada tahun 2004.

  1. Masa krisis moneter,

Inilah masa tersulit yang terjadi pada perkembangan perekonomian di Indonesia dan bank di Indonesia yakni adanya krisis moneter dan pinjaman uang yang berlebihan yang mempengaruhi banyak hal terutama untuk dunia perbankan yang memang secara garis besar perannya adalah sebagai stabilitas perekonomian di Indonesia terutama untuk Bank Indonesia sehingga pada akhirnya terjadilah suatu pembebasan dengan skala yang sangat besar sebagai bentuk perbaikan bank-bank yang ada di Indonesia melalui Letter of Intent atau yang biasa disebut LoI yang diberlakukan oleh IMF untuk menangani masalah krisis moneter yang terjadi pada tahun 1997. Dampak yang begitu besar tercantum pada UU no.10 di tahun 1998 sebagai pengganti Undang-undang no.7 tahun 1992 mengenai perbankan antara lain:

  • Pada tahun 1997 bulan November sebanyak 16 bank ditutup.
  • Pada tahun 1998 bulan Februari sebanyak 54 bank dengan pasti di intervensi.
  • April tahun 1998 sebanyak 7 bank ditutup dan 7 lagi diambil alih.
  • Maret 1999 sebanyak 38 bank secara bersamaan dengan 7 bank lainnya ditutup dan diambil alih.
  • Periode 199 hingga 2000 sebanyak 18 bank skala regional direkapitalisasi.
  1. Usai masa krisis moneter,

Baca Juga : Cara Mendapatkan Pinjaman 10 Juta

Setelah terjadi krisis moneter pada tahun 1997, pada kenyataannya kini bank yang ada di Indonesia semakin berkurang karena tetap mengikuti arahan API atau Arsitektur Perbankan Indonesia semenjak Januari 2004.

  1. Bank asing lebih berjaya di Indonesia,

Nyatanya banyak bank asing yang berjaya di Indonesia. Ini miris sekali, mengingat banyak sekali bank asing yang masuk peringkat tertinggi di Indonesia dan beberapa diantaranya tentu memiliki aset yang tidak sedikit.

Secara garis besar beberapa bank di Indonesia masih cenderung selalu memiliki prinsip kehati-hatian untuk menentukan standar yang tinggi. Hal tersebut dikarenakan bank-bank nasional tidak berani cukup berani untuk melakukan pembiayaan pada sector riil sehingga masih melakukan suatu pekerjaan yang hanya menggerakkan sistem perekonomian dalam skala nasional.

0
HeartHeart
0
HahaHaha
0
LoveLove
0
WowWow
0
YayYay
0
SadSad
0
PoopPoop
0
AngryAngry
Voted Thanks!

Admin

Jasa peminjaman uang online terkini, cepat dan mudah cair

Leave a Comment

Loading Posts...